Tari Merak Angelo, Bali – Merak Yang Pesolek Dalam Nuansa Tarian Bali

Tari Merak Angelo. Burung merak adalah salah satu burung eksotis yang ada di Indonesia. Burung ini dikenal berpenampilan anggun dengan gerak-gerik yang kalem. Kemolekannya semakin kentara, terutama saat merak jantan menebarkan pesona untuk menarik perhatian merak betina.

Perilaku merak yang unik serta keindahan fisiknya turut menginspirasi terciptanya ragam karya seni. Dalam seni tari di Indonesia, dikenal beberapa tarian yang mencitrakan keindahan burung tersebut. Khususnya menggambarkan perilaku merak jantan yang terkenal pesolek.

Di mulai dari lahirnya Tari Merak di Jawa Barat, hingga muncul varian tari sejenis di daerah lain, termasuk Tari Merak Angelo di Bali. Tari yang dikoreografikan oleh I Ketut Rena S.ST. ini melengkapi ragam tari burung di Bali, bersama Tari Cendrawasih, Tari Manukrawa, dan Tari Belibis.

Seperti halnya Tari Merak Jawa Barat, Tari Merak Angelo mencoba mengimplementasikan tingkah laku burung merak jantan. Seperti diketahui, merak jantan memiliki bulu-bulu lebih indah daripada merak betina. Keindahan tersebut menjadi modal utama untuk memikat merak betina.

Demikianlah kiranya Tari Merak Angelo. Tarian ini dikreasikan untuk menggambarkan si merak jantan yang sering memamerkan keindahan warna-warni bulu ekornya. Dengan tetap menonjolkan gerak khas tarian Bali, penari lebih banyak menampilkan gerak memamerkan keindahan ekornya.

Dalam prakteknya, tari ini dibawakan oleh penari perempuan. Ragam gerak tari, agem, tandang dan tangkep disajikan dirangkai sedemikian rupa menyerupai tingkah laku burung merak. Secara visual setiap gerakan yang tersaji turut diperindah oleh busana yang digunakan penarinya.

Baik rias maupun busana yang dipakai penari mencoba menghadirkan bentuk burung merak. Ada mahkota berhias kepala merak dengan beberapa bulu dibelakangnya. Kelengkapan busana diantaranya : gelungan, subeng, gelang kanan, sabuk lilit prade, kamben, tutup dada, gelang kaki, dan ampok-ampok.

Tari Merak Angelo termasuk seni Balih-balihan yang difungsikan murni untuk hiburan. Sering kali dipertunjukan untuk mengisi acara-acara pentas seni di Bali, baik yang umum maupun dalam lingkup pendidikan. Terkadang juga ditampilkan sebagai hiburan selingan saat upacara keagamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *