Tari Munalo – Tari Penyambut Pengantin Gayo Aceh, Berakar dari Tari Guel

Tari Munalo. Kebudayaan Aceh yang demikian kaya, salah satunya dimotori oleh Suku Gayo yang senantiasa berkarya. Kesenian adalah satu hal yang tak pernah lesu dalam kehidupan berbudaya mereka. Jauh dari kemandekan, senantiasa hidup dan cenderung berkembang.

Mereka suka menari. Tari Saman yang mendunia itu, datang dari suku yang dulu pernah mendirikan Kerajaan Linge (1025 M) ini. Ada juga Tari Bines dan Tari Guel dan masih banyak lagi tari lainnya, termasuk Tari Munalu atau Munalo yang akan dibahas secara singkat dalam artikel ini.

Meski dikatakan tidak terlahir di Dataran Tinggi Gayo di Aceh Tengah, tari ini adalah kreasi asli Urang Gayo yang tinggal di Jakarta. Hal ini mengingatkan pada Tari Ratoh Jaroe, tarian semi-urban Aceh yang juga lahir di ibukota Jakarta. Jadi, tuntaskan membaca untuk lebih mengenalnya.

Bentuk Penyajian Tari Munalo

Dalam prakteknya, Munalo adalah tarian penyambutan yang dikaitkan dengan prosesi perkawinan Gayo. Difungsikan untuk menyambut dan mengarak mempelai sebelum dipersandingkan di pelaminan. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan disajikan untuk menyambut tamu dalam acara lainnya.

Dalam bentuknya, gerakan tarian ini berakar dari tarian tradisional Gayo, yakni Tari Guel yang kemudian dikembangkan dan dikombinasikan dengan kesenian Didong yang juga khas Gayo. Tari Guel sendiri inspirasinya berasal dari alam, di dalamnya terkandung unsur seni sastra, musik dan tari.

Tarian ini disajikan oleh minimal 3 orang, yakni 2 penari perempuan dan 1 penari laki-laki. Mereka menari dengan mengenakan pakaian adat kerawang Gayo. Selain penari, ada juga 1 orang penyanyi dan 4 orang pemain musik. Alat musik pengiring tari di antaranya canang, teganing gong, rebana dll.

Selain musik, Tari Munalo juga diiringi lagu atau syair yang dituturkan dalam bahasa sastra Gayo. Secara umum, syair ini lebih bercerita tentang suka cita persaudaraan, cinta damai dan pengharapan ridho Illahi. Juga, mencakup adat sopan santun dan menjunjung tinggi harkat martabat kemanusiaan.

Perihal Sejarah Tarian Munalo

Sejarah tari ini dimulai dari diadakannya eksibisi budaya leluhur nusantara yang digelar pada tahun 1986. Even yang menampilkan upacara pengantin tradisional Indonesia tersebut diikuti oleh 5 daerah. Dari Sumatera hanya Gayo yang ikut, diwakili Urang Gayo Jakarta, yakni Usman Nuzuly dkk.

Karena ingin mendapat predikat terbaik dalam ajang tersebut, diciptakanlah Tari Munalo untuk mewarnai prosesi perkawinan ala Gayo. Tari ini mengkombinasikan seni Didong Nalo dari Gayo Lues dan Tari Guel dari Gayo Lut (Aceh Tengah). Ada unsur tari, musik dan syair Gayo didalamnya.

Setelah sukses dalam gelaran di tahun 1986, tari ini kembali ditampilkan di Jakarta tahun 1989 dalam acara pernikahan anak Affan Hasan. Pada tahun 1991, tarian Munalo ditampilkan lagi untuk ketiga kalinya, saat diikutsertakan dalam even Parade of Roses di Los Angeles, Amerika Serikat.

Selanjutnya, Tari Munalo terus hidup berkembang. Bahkan menjadi semacam tarian resmi, terutama di Aceh Tengah untuk menyambut tamu kehormatan. Munalo sendiri merujuk pada suatu rangkaian prosesi menyambut, menjemput dan mengarak pengantin dalam acara perkawinan Gayo.

Referensi:

  1. isbiaceh.ac.id/tari-mu…
  2. lintasgayo.co/2015/09…
  3. img: @luqmannurhisam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *