• sumber : @ayodyapalace

Tari Nelayan, Bali – Gambaran Kerjasama Menangkap Ikan Nelayan Bali

posted in: Bali, Seni dan Budaya, Tari | 0
Durasi baca : 1 menit

Tari Nelayan, Bali. Keragaman seni dan budaya adalah salah satu alasan yang membuat Bali tetap indah. Dalam hal ini, tari menjadi penggal seni yang turut mengiringi kesejarahan budaya Bali. Selain tarian bersifat sakral (Tari Wali) yang terkait erat dengan religiusitas masyarakat Bali, banyak juga tercipta seni tari sekuler (balih-balihan) yang difungsikan murni untuk hiburan. Tersebutlah satu diantaranya, yakni Tari Nelayan karya dari I Ketut Merdana.

Sesuai dengan namanya, tari yang diciptakan di desa Kedisan, Buleleng pada tahun 1960 ini menghadirkan gerak yang diadopsi dari gerakan-gerakan nelayan Bali dalam menjalankan aktivitas menangkap ikan. Dengan setidaknya melibatkan satu penari laki-laki dan dua penari perempuan, tarian ini dimainkan dengan gerakan seperti mendayung, menebar jala dan lain sebagainya. Semua gerakan yang tersaji lebih menggambarkan kerjasama nelayan dalam mencari ikan.

Dalam hal tata busana, penari laki-laki menggunakan udeng (ikat kepala), rumbing, badong, sabuk lilit, apok-apok, kamen atau jarik, celana, gelang kane dan klat bahu. Sementara itu, untuk busana penari perempuan menggunakan lelunaan sebagai ciri khas wanita Bali jaman dulu, ada juga angkin, sabuk lilit, serta jarik dengan riasan cantik.

Pementasan tarian ini biasanya diiringi oleh gong kebyar, salah satu ensambel Gamelan Bali yang juga terlahir di Kabupaten Buleleng pada kisaran tahun 1914-1915. Oleh karena itu, tarian Nelayan bisa dikategorikan sebagai tari-tarian kekebyaran. Sebagai hiburan, tari ini juga pernah ditarikan secara massal dengan melibatkan 900 penari di pembukaan acara Festival Buleleng 2014.

Kehidupan masyarakat pesisir di Indonesia banyak menginspirasi lahirnya seni tradisi. Selain Tari Nelayan di Bali ini, di Aceh juga ada tarian tradisional yang terinspirasi dari tradisi menangkap ikan khas nelayan Aceh, yakni Tari Tarek Pukat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *