• sumber : heniodori.blogspot.com

Tari Padang Ulan, Banyuwangi – Hiburan Remaja Saat Bulan Purnama

posted in: Jawa, Jawa Timur, Seni dan Budaya, Tari | 0

Tari Padang Ulan. Suatu kesenian rakyat biasa terlahir seiring dengan kebiasaan masyarakatnya. Sebagai misal adalah Tarian Padang Ulan yang tercipta dari kebiasaan muda-mudi di Banyuwangi. Saat malam bulan purnama, mereka suka berkumpul atau berjalan-jalan di tepian pantai Banyuwangi. Secara berpasangan mereka menikmati hawa sejuk dalam suasana pantai yang romantis. Dari kebiasaan inilah tarian ini tercipta sebagai hiburan yang melengkapi aktivitas mereka.

Tari Padang Ulan termasuk sebagai tari kreasi baru atau dalam istilah setempat disebut golongan tari Angklung. Tarian ini dimainkan secara berkelompok berpasangan. Namanya disesuaikan dengan suasana saat bulan purnama, yakni padang yang berarti terang dan ulan yang berarti bulan. Dalam suasana itulah muda-mudi berpasangan bersukaria bersama di bawah sinar bulan purnama di tepian pantai di Banyuwangi, salah satunya adalah Pantai Boom yang terletak dekat dengan pusat kota.

Dalam penyajiannya, tari Padangulan mengusung gerak dasar yang banyak diambil dari unsur gerak Tari Gandrung. Hal ini juga termasuk penari Gandrungnya serta Pemajunya. Meskipun begitu, diawal kelahirannya di tahun 1964, tari ini banyak mengandung unsur gerak Tarian Melayu. Saat itu, tarian ini digarap oleh Wim Arimaya. Baru pada perkembangan terakhir banyak disempurnakan oleh antara lain Sumitro Hadi, salah seorang seniman tari muda Banyuwangi.

Tari ini disajikan dengan diringi oleh gending Padangulan dan dilagukan dengan instrumen Angklung Blambangan (Angklung Dwilaras) yang cenderung erotik melankolik. Instrumennya juga dilengkapi dengan slenthem, saron, kendang, kempul, gong dan biola, yang semuanya berlaraskan slendro menurut sistem nada Banyuwangi.

Meskipun pada awalnya tarian ini sangat dikaitkan dengan tradisi berkumpul di tepi pantai saat bulan purnama, dalam perkembangannya juga banyak ditampilkan pada acara-acara lain. Sering kali, tari bertemakan pergaulan muda-mudi ini di tampilkan untuk pesta-pesta sekolah, resepsi, jamuan pada hari besar nasional dan sebagainya. Biasanya, tari ini disajikan sebagai tarian lepas di antara program tarian-tarian lainnya.

Referensi
  1. Artikel ini diangkum dari berbagai sumber, salah satunya dari buku Ensiklopedi Tari Indonesia: Seri P-T, 1984

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *