Tari Pisok, Sulawesi Utara – Tarian Pergaulan Tradisional Suku Minahasa

Tari Pisok. Selain Tari Kabasaran dan Tari Maengket, tari tradisional yang telah menjadi identitas budaya bersama suku Minahasa di Sulawesi Selatan adalah Tarian Pisok. Sebuah tari pergaulan kerakyatan yang diperkirakan muncul sekitar tahun 1940.

Sesuai namanya, tarian ini mencoba melukiskan kehidupan dari kawanan burung Pisok atau burung Gereja. Burung ini dikenal sebagai burung yang suka hidup berkelompok dan mudah menyesuaikan diri. Menariknya, burung Pisok termasuk burung langka di Tanah Malesung (Minahasa).

Kehidupan burung Pisok cukup mewakili kehidupan masyarakat Minahasa. Meski terbagi menjadi delapan sub suku bangsa dengan bahasa yang berbeda-beda, mereka selalu hidup rukun. Mereka juga suka bekerja secara gotong-royong, dikenal energik dan lincah dalam banyak hal.

Di sisi lain, ada juga sumber yang mengatakan bahwa ide daripada Tari Pisok ada hubungannya dengan mitos dari Tumetenden. Mitos tersebut mengisahkan tentang putera dari Mamanua Walansendouw yang pergi menyusul ibunya, seorang Putri Kayangan ke Kasemlukan (Kayangan).

Sebagai salah satu identitas budaya Minahasa, eksistensi tarian ini tetap lestari dan sering ditampilkan di berbagai acara. Adapun pada tahun 2004, Tarian Pisok pernah dijadikan salah satu filateli (perangko) Indonesia, bersama produk kebudayaan lain yang ada di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *