• sumber : youtu.be/33J-TtDtoy0

Tari Tandok, Tapanuli Utara – Terinspirasi Oleh Wadah Penampung Beras

Tari Tandok. Menciptakan sebuah tarian adalah salah satu cara masyarakat mempertahankan budaya mereka. Apa saja yang terhubung erat dengan corak kehidupan bisa menjadi inspirasi lahirnya kesenian. Sebagai misal adalah Tarian Tandok, tari tradisional Suku Batak di Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Tandok dikenal sebagai wadah terbuat dari rajutan pandan yang umumnya digunakan untuk menampung beras. Bagi Suku Batak keberadaan tandok sangatlah penting dalam budaya mereka. Selain turut mewakili citra masyarakatnya yang agraris, juga sebagai perlambang kuatnya rasa kekeluargaan diantara sesama.

Wadah yang biasa dibawa ibu-ibu pada saat acara adat inilah yang kemudian menginspirasi lahirnya Tari Tandok. Untuk diketahui, Manortor (melakukan tarian adat) sudah menjadi kebiasaan masyarakat Batak. Suku Batak Toba di Tapanuli Utara pun melakukannya, baik pada acara pesta maupun acara kematian.

Tari Tandok sendiri erat kaitannya dengan budaya tanam dalam lingkup masyarakat Batak. Dalam prakteknya, tarian ini mencoba menggambarkan kegiatan para ibu ketika memanen beras di ladang dengan menggunakan tandok. Secara bersamaan tersirat juga besarnya rasa kebersamaan dan kekeluargaan diantara mereka.


Bentuk Penyajian Tari Tandok

Tarian ini disajikan oleh para penari perempuan yang berjumlah genap. Biasanya melibatkan empat penari, namun bisa juga ditarikan lebih dari jumlah tersebut asal berjumlah genap. Semuanya mengenakan pakaian tradisional yang didominasi warna hitam dan merah. Selain tandok, ada juga properti berupa ulos dan kain sarung.

Tarian ini lebih banyak menghadirkan gerakan tangan. Pada bagian tertentu, para penari akan membentuk formasi melingkar mengelilingi tandok yang diletakkan di tengah mereka. Dalam formasi tersebut, mereka mencoba menghadirkan suasana ketika ibu-ibu sedang mengumpulkan beras ke dalam tandok di ladang.

Selebihnya, secara umum gerakan Tari Tandok juga menggambarkan tarian Tor Tor yang biasa dilakukan oleh para ibu ketika ada pesta atau hajatan. Dalam hal ini tandok dijadikan sebagai penutup kepala. Oleh karena itu, tari ini juga sering diistilahkan dengan Tari Tor Tor Tandok. Iringan yang digunakan adalah musik Gondang.

  • 4
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *