• sumber : steemit.com/culturevulture/@zikmaulana/

Tari Tarek Pukat, Aceh – Refleksi Keindahan dari Tradisi Tangkap Ikan

Tari Tarek Pukat. Masyarakat tradisional di Indonesia sangatlah peka dan menghargai nilai-nilai kearifan yang menjadi bagian dari kehidupan mereka. Sebagai misal adalah tradisi menarek pukat atau menarik jala oleh masyarakat pesisir Aceh. Tradisi yang sarat dengan nilai kegotong-royongan ini, selanjutnya menginspirasi lahirnya sebuah kesenian tari yang teramat cantik, yakni Tarian Tarek Pukat.

Seperti kita ketahui, sebagian daerah Aceh merupakan wilayah pesisir yang mana kebanyakan penduduknya mencari penghidupan dengan cara menjadi nelayan. Semangat kebersamaan mereka telah melahirkan cara unik dalam menangkap ikan yakni dengan menarik jala secara gotong royong. Hasil dari apa yang didapat pun kemudian dibagi-bagikan kepada mereka yang ikut serta menarik jala.

Tradisi Tarek Pukat dalam budaya masyarakat nelayan Aceh, benar-benar telah mewakili sudut keindahan manusia Indonesia. Sarat dengan nilai-nilai luhur yang sudah semestinya dijaga, sementara Tari Tarek Pukat adalah keindahan lain yang mencoba merefleksikan kearifan itu. Sebuah bentuk apresiasi terhadap sikap kegotong-royongan, penggambaran semangat kebersamaan para nelayan.

Pelaksanaan Tari Tarek Pukat

Dalam pertunjukannya, Tari Tarek Pukat akan melibatkan penari berjumlah tujuh atau lebih yang umumnya adalah wanita. Para penari tersebut memakai busana tradisional Aceh dengan tata rias yang membuat mereka terlihat cantik. Mereka menari sambil membawa instrumen pelengkap berupa tali yang difungsikan untuk mewakili jala atau yang dalam bahasa Aceh disebut pukat. Seperti umumnya tarian Aceh, tari ini juga diawali dengan gerakan dalam posisi duduk sambil menepuk dada dan paha.

Dalam iringan nyanyian dan musik pengiring khas Aceh, para penari menampilkan gerakan yang cenderung serempak, bertautan, berurutan, berulang-ulang dalam tempo cepat. Apa yang dihadirkan semakin menarik, terutama terlihat pada gerakan mengaitkan tali satu sama lain. Cukup rumit dan membuat penasaran apa yang mereka perbuat dengan tali itu. Hasilnya terlihat pada saat para penari melakukan gerakan menarik dan mengekangkan tali, terbentuklah sebuah jala atau pukat.

Kerumitan dan keunikan gerakan yang dibawakan oleh penari dari awal hingga akhir benar-benar memukau, terlebih ketika para penikmat tahu bahwa yang dihasilkan dari gerakan dengan tali adalah sebuah jala. Tidak bisa dipungkiri bahwa para penonton, khususnya yang baru pertama menyaksikan pertunjukan tari ini akan bertanya-tanya, bagaimana cara penari membuat jaring atau jala itu?. Inilah kekhasan Tari Tarek Pukat, menjadi daya tarik tersendiri yang membuat siapa saja takjub dengan apa yang mereka saksikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *