Tari Wirayuda, Bali – Ketika Para Prajurit Bali Dwipa Siap Berperang

Tari Wirayuda. Tari merupakan produk kesenian Bali yang paling banyak macamnya. Tidak hanya tarian yang berfungsi ritual (Tari Wali), Bali juga kaya akan tarian yang sifatnya hiburan (Balih-balihan). Satu diantaranya adalah Tari Wirayudha yang tercipta pada tahun 1979 karya dari I Wayan Dibia.

Tarian Wirayuda merupakan tari berpasangan bertemakan kepahlawanan yang biasanya dibawakan oleh dua hingga empat penari. Mereka menari membawakan gerak mimitif (meniru gerak-gerik manusia) untuk menggambarkan sekelompok prajurit Bali Dwipa yang tengah bersiap-siap untuk maju ke medan perang.

Tari yang diproduksi di Sanggar Tari Bali Waturenggong ini dikembangkan dari beberapa jenis Tari Baris Gede (Tari Baris Upacara), khususnya Tari Baris Tumbak atau Tari Baris Katekok Jago. Oleh karena itu dalam menarikannya para penari Tari Wirayudha menggunakan properti tari berupa tombak.


Penyajian Gerak Tari Wirayuda

  • Pepeson

Di mulai gerak malpal, ngeed, piles kanan, agem kanan, seledet tengah, seledet pojok, cegut dan agem kanan. Tangan kanan dibawa ke tangan kiri, piles kiri, nyegut, angkat kaki kiri. Tangan dibuka, taruh kaki kiri ngoyog dimulai dari kaki kiri ke kanan sebanyak 4 kali.

Piles kaki kiri, agem kiri, seledet tengah, seledet pojok, piles kaki kiri, agem kiri, tangan kiri di bawa ke tangan kanan. Piles kiri, nyegut, angkat kaki kanan, tangan dibuka, taruh kaki kanan, ngoyog, di mulai dari kaki kanan ke kiri sebanyak 4 kali.

Piles kaki kanan, agem kanan, jalan dimulai dari kaki kiri, tanjek kiri kanan. Kaki kanan diangkat, tangan ditutup, tanjek kanan kiri. Kaki kiri diangkat, tangan kiri lurus, tanjek kiri kanan, kaki kanan diangkat, tangan ditutup, dan seterusnya sampai hitungan 5.

Pada hitungan 5 taruh kaki kanan, piles kanan, agem kanan, piles kiri, jalan dimulai kaki kiri, putar kanan untuk yang kiri putar kiri. Untuk yang dikiri kembali menghadap kanan putar kekiri. Untuk yang dikiri kembali menghadap kedepan, agem kanan.

  • Pengawak

Agem kanan, piles kiri, ngeliyer, cegut, angkat kaki kiri, taruh kaki kiri, ngoyog kekiri kekanan. Angkat kaki kiri, taruh, agem kiri, piles kanan, ngeliyer, cegut. Angkat kaki kanan, taruh kaki kanan, ngoyog kekanan kekiri sebanyak 4 kali.

Angkat kaki kanan, taruh, agem kanan, jalan di mulai dari kaki kiri, tanjek kiri kanan. Kaki kanan diangkat, tangan ditutup, tanjek kanan kiri, kaki kiri diangkat sampai hitungan ke 6. Pada hitungan ke 6 kecog, jalan ke belakang sebanyak 5 kali.

Pada hitungan 6 lansung agem kanan, gerak nusuk ke samping kiri, kaki kanan, silang kebelakang. Kipek kedepan, tanjek kanan, angkat kaki kanan, tanjek kaki kanan. Angkat kaki kiri, tangan posisi agem, jalan di mulai dari kaki kiri.

Hadap-hadapan, agem kanan, tusuk ke kiri, tanjek kanan dan angkat kaki kanan. Tanjek kanan kiri, angkat kaki kiri, tangan di buka, jalan berputar menghadap ke depan. Agem kanan, gerakan geser kekiri dan kanan, dengan tongkat di tangan lurus ke atas, diam di tempat posisi ngeed.

Pola di getarkan, geser ke kiri kanan, langsung berjalan berhadapan. Gerak bergeser ke kiri kanan, dengan tongkat di atas tangan lurus ke atas. Diam ditempat posisi ngeed, pada bahu digerakkan geser kiri kanan langsung berjalan, putar menghadap ke depan agem.

  • Pekaad

Dari posisi agem kanan, berjalan putar kekanan untuk yang dikanan, putar ke kiri untuk yang di kiri (putar pojok, tengah). Hadap-hadapan tombak di tengah, kaki kanan mengais tombak dibawa kebelakang, tombak lurus digerakkan kaki bergetar.

Piles kanan, tombak naik turun langsung saling tusuk dari kanan (yang di kiri menangkis). Waktu nusuk kaki kiri maju 2 kali, kemudian tombak diatas silang (kaki kanan di depan). Waktu gerak nangkis (kaki kanan di depan) kemudian tombak di atas silang tukar tempat (kaki kiri maju,di lanjutkan kaki kanan).

Kaki kiri kanan digerakkan, piles kanan, agem kanan, piles kiri,langsung jalan dimulai dari kaki kiri, pindah tempat. Agem kanan, gerakan sama dengan diatas yaitu kembali gerakan nusuk dan nangkis langsung menghadap ke depan tusuk 4 kali. Berbalik dan nusuk ke belakang 5 kali.


Tata Busana Tari Wirayuda

Dalam hal tata busana, para penari menggunakan celana khusus untuk Tari Wirayudha. Ada juga kamen, sabuk prada, baju rompi, badong gleter dan ampok-ampok. Mereka juga menggunakan gelang kana kain, udeng dan bunga imitasi merah putih di pasang di telinga. Selebihnya ada properti berupa tombak.

  • 2
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *