Tarian Kalimantan Barat – Daftar 10 Tarian Daerah Kalimantan Barat

Tarian Kalimantan Barat. Tari merupakan penggal seni yang bisa dikatakan paling banyak ragamnya. Sejak dulu seni tari senantiasa mewarnai kebudayaan masyarakat di Indonesia, tidak terkecuali dalam kehidupan budaya masyarakat di Kalimantan Barat. Mereka memiliki tari-tarian sesuai citarasa budaya mereka sendiri.

Seperti halnya provinsi lain di Indonesia, Kalimantan Barat juga dihuni oleh ragam suku bangsa. Dayak dan Melayu merupakan suku bangsa awal yang mendiami daerah “Seribu Sungai” ini. Seiring berjalannya waktu, juga terdapat suku bangsa pendatang lain, Bugis, Jawa, Madura, Minangkabau, Sunda, Batak dan lain-lain.

Keberadaan aneka suku bangsa tersebut memungkinkan akulturasi sedemikian rupa, memberi warna hingga mencipta kekhasan budaya di Kalimantan Barat. Sehubungan dengan tarian Kalimantan Barat, selain tarian Dayak, juga ada beberapa yang bernuansakan budaya Melayu, disamping budaya suku lain yang juga turut mempengaruhinya.

Dalam artikel ini telah disajikan beberapa tarian daerah Kalimantan Barat. Mengingat minimnya referensi, masing-masing tarian hanya akan disertai penjelasan singkat saja dengan gambar seadanya. Tidak mencakup semua tari, setidaknya ada 10 tarian khas Kalimantan Barat yang sekiranya perlu untuk diketahui.


1. Tari Ajat Temuai Datai

Tari Ajat Temuai Datai - Tarian Khas Kalimantan Barat
sumber : wikipedia.org

Ajat Temuai Datai merupakan tarian tradisional Kalimantan Barat khas Suku Dayak Iban. Penamaannya diadopsi dari bahasa Dayak Mualang, satu diantara sub etnis Dayak Iban. Dalam istilah Ajat Temuai Datai terkandung maksud proses pengucapan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas kedatangan temuai (tamu) di tanah Kalimantan.

Sesuai maksud yang terkandung dalam namanya, Tari Ajat Temuai Datai berfungsi untuk menyambut tamu. Kini tarian ini menjadi tari penyambutan tamu kenegaraan, sering juga dibawakan saat ada kunjungan wisatawan ke kampung Dayak Mualang. Dulu, tari ini bersifat sakral, erat kaitannya dengan kebiasaan Dayak Mualang yang gemar berperang.


2. Tari Monong

Tari Monong - Tarian dari Kalimantan Barat
sumber : gaznaz.com

Tari Monong atau Tari Manang atau Tari Balian merupakan tarian Dayak Kalimantan yang difungsikan sebagai tari penyembuhan. Sebuah tarian sakral bagian dari upacara adat Bemanang atau Balian. Upacara ini bertujuan untuk menghilangkan pengaruh roh jahat yang menyebabkan orang sakit, sial, atau bahkan meninggal.

Dalam tarian Monong, sang penari berlaku seperti dukun yang membacakan jampi-jampi dalam bahasa Dayak. Tarian ini pun disajikan dikala sang dukun atau penarinya itu sedang dalam keadaan trance. Sebagai tari penyembuhan, tari ini difungsikan sebagai penolak / penyembuh / penangkal penyakit agar si penderita sembuh kembali.


3. Tari Kinyah Uut Danum
Tari Kinyah Uut Danum - Tarian Adat Kalimantan Barat
sumber : wadaya.rey1024.com

Karena kuatnya arus pendatang di Kalimantan, suku Dayak lebih memilih masuk ke pedalaman demi mempertahankan budayanya. Akibatnya, suku Dayak terpencar-pencar hingga menjadi sub-sub etnis tersendiri. Sayangnya, keragaman yang ada sering menimbulkan peperangan antar suku. Dari sinilah kemudian banyak lahir tari perang.

Tari Perang di Kalimantan tercipta sebagai simbol kejantanan dan keperkasaan untuk selalu siap bertempur dalam peperangan. Selain Tari Perang Mualang, di Kalimantan Barat juga ada beberapa tarian perang lain, salah satunya Tari Kinyah Uud Danum oleh suku Dayak Uud Danum, kerabat dekat bagi suku Ot Danum di Kalimantan tengah.

Dalam Tari Kinyah Uut Danum, diisyaratkan perihal kewaspadaan dan kelincahan suku Uud Danum dalam melawan musuh. Tergolong sebagai tari yang sulit, hanya penari terlatih saja yang bisa menarikannya. Hal ini dikarenakan, selain tameng dan baju adat, properti yang digunakan adalah Mandau (Ahpang) asli yang tajam.


4. Tari Pinggan (Pingan)

Tari Pinggan - Tari Khas Kalimantan Barat
sumber : kebudayaan.kemdikbud.go.id

Salah satu tarian Dayak Kalimantan Barat yang juga datang dari suku Dayak Mualang adalah Tari Pingan. Sebuah kesenian tradisional yang datang dari masa lalu dan terkait erat dengan ritual melegitimasi kelulusan beladiri tradisional Dayak Mualang. Saat ini, tarian Pinggan lebih difungsikan untuk hiburan rakyat.

Tari Pinggan adalah tarian yang disajikan dengan menggunakan properti berupa piring. Pinggan sendiri merupakan istilah dalam bahasa Dayak Mualang yang berarti piring yang terbuat dari batu atau tanah liat. Keterkaitannya dengan ritual beladiri tradisional terlihat pada gerakan yang diadopsi dari gerakan silat tradisional.


5. Tari Bopureh

Tari Bopureh - Tari Daerah Kalimantan Barat
sumber : www.goodnewsfromindonesia.id

Tari Bopureh merupakan penggambaran romantisme cinta yang terhalang adat. Kisah tentang cinta pemuda Dayak Djongkang atau lebih dikenal sebagai Jangkang dengan wanita dari suku Dayak Kanayan. Keduanya tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang pantangan bagi masyarakat Dayak menikah dengan orang diluar kelompoknya.

Bopureh dalam bahasa Jangkang yang berarti “silsilah”. Tari ini biasanya dibawakan oleh 10 penari. 2 orang penari merupakan tokoh utama yang memerankan sepasang kekasih, sementara 8 lainnya adalah penari pelengkap. Di bagian tengah pementasan, 8 penari membentuk lingkaran, dengan penari pria dipusatnya.


6. Tari Jepin
Tari Jepin - Tarian Daerah Kalimantan Barat
sumber : kamerabudaya.com

Tari Jepin merupakan Tarian Kalimantan Barat sebagai khasanah tarian rumpun Melayu. Jepin merupakan penyebutan oleh masyarakat di Kalimantan untuk Tarian Zapin, sebuah kesenian yang erat kaitannya dengan penyebaran Islam di Nusantara. Sebagai media dakwah, ekspresi peradaban Islam sangatlah kuat terlihat dalam Tari Jepin.

Dalam sejarahnya di Kalimantan, tarian ini dulunya hanya ditampilkan di Sambas, Kalimantan Barat. Seiring berjalannya waktu, kemudian menyebar dan berkembang dengan baik di wilayah lain di Kalimantan Barat. Sebagaimana Tari Zapin di provinsi lain Indonesia, Tari Jepin juga didominasi oleh gerak kaki mengikuti irama musik.


7. Tari Jonggan

Tari Jonggan - Tari Tradisional Kalimantan Barat
sumber : youtube.com

Tarian tradisional Kalimantan Barat selanjutnya adalah Tari Jonggan, karya budaya dari masyarakat suku Dayak Kanayatn. Ini merupakan tari pergaulan kerakyatan yang berfungsi murni sebagai hiburan. Didalamnya terkandung penggambaran tentang suka cita dan kebahagiaan dalam pergaulan muda-mudi Dayak Kanayatn.

Jonggan dalam bahasa Dayak Kanayatn sama artinya dengan joget, BaJonggan berarti berjoget. Tarian Jonggan termasuk salah satu tari tradisional Dayak Kanayatn yang tetap lestari hingga saat ini. Khususnya oleh masyarakat Kanayatn di dusun Parit Sembilan, desa Ambawang, kecamatan Kubu, kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Tari Jonggan termasuk bentuk tari kelompok yang disajikan secara berpasangan. Didalamnya, ada tiga babak gerak yang terbagi dalam tiga babak penyajian. Tari ini seringkali mewarnai kemeriahan pesta panen padi (Gawai Dayak) yakni Naik Dango. Tidak jarang pula ditampilkan pada hajatan pernikahan dan pesta rakyat lainnya.


8. Tari Kondan

Tari Kondan - Tarian Kalimantan Barat
sumber : sumber.com

Oleh karena dinamika kehidupan, tidak sedikit kesenian tradisional di Indonesia harus mengalami pergeseran fungsi agar tetap bisa bertahan di masa sekarang. Dalam ragam tarian daerah Kalimantan Barat, Tari Kondan oleh suku Dayak Pompakng merupakan salah satu tari yang juga mengalami pergeseran fungsi, termasuk juga pada bentuknya.

Pada awalnya, Tari Kondan merupakan tari upacara bagian dari prosesi Nosu Minu Podi (panen raya padi). Kondan mewakili ekspresi kegembiraan dan rasa syukur kepada Penompa (Tuhan). Oleh karena itu, tari ini lebih diwarnai gerak yang lincah penuh riang gembira disertai nyanyian berupa balas pantun bergantian dalam formasi lingkaran.

Tari ini tersaji bersama iringan alat musik tradisional Dayak, seperti kanong, seperangkat gamal, dan ketebung. Perkembangan zaman membuat eksistensi tarian ini tidak lagi sebagai bagian upacara tradisional, melainkan berfungsi hiburan dan kini menjadi seni pertunjukan. Sebagai dampaknya, kesenian ini kesulitan mendapatkan keasliannya.


9. Tari Ayun Pala

Tari Pala atau Tari Ayun Pala merupakan satu diantara ragam tari-tarian suku Dayak Mualang. Tarian Kalimantan Barat yang dibawakan secara tunggal ini disajikan setelah para ksatria (sabung) Mualang pulang dari Mengayau.

Mengayau adalah pulang dengan membawa pulang kepala musuh, sebagai bukti kemenangan. Kepala hasil kayau tersebut, dihantarkan dan disambut oleh penari wanita. Tari ini lebih menekankan gerakan menyambut dan menimang kepala musuh tersebut.


10. Tari Menoreh Getah

Tari Menoreh Getah merupakan salah satu tari tradisional kerakyatan di Kalimantan Barat. Sesuai dengan namanya, tari ini menggambarkan kehidupan masyarakat Kalimantan Barat untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan menoreh getah karet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *