Tarian NTT – Daftar 9 Nama Tari Khas Dari Daerah Nusa Tenggara Timur

Tarian NTT. Seperti halnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi yang didominasi oleh kepulauan. “Flobamora” merupakan singkatan populer untuk menyebut tiga pulau utamanya, yakni Flores, Sumba, dan Timor bagian Barat. Selain itu, ada puluhan pulau lain di NTT.

Kondisi geografis yang terbagi menjadi banyak pulau, sangat berpengaruh dalam memperkaya warna budaya NTT. Yang berarti pula memperkaya produk keseniannya. Tari merupakan jenis kesenian yang cukup melekat mengiringi sejarah budaya suku-suku di Indonesia. Masyarakat NTT juga memiliki banyak tari-tarian.

Setelah sebelumnya dituliskan beberapa Tarian Daerah di Indonesia, termasuk di dalamnya Tarian dari NTB. Artikel ini akan menyajikan sejumlah Tarian NTT. Banyak sekali suku bangsa di provinsi beribukota Kupang ini yang pastinya masing-masing memiliki tarian khas. Di daftar ini hanya disebutkan sebagian kecilnya saja.


Daftar 9 Tarian NTT


Tari Bolelebo

Tari Balelebo dari NTT
sumber: @kemenpar_ri
Bolelebo diketahui sebagai salah satu lagu daerah Nusa Tenggara Timur. Lagu tentang kecintaan penduduknya terhadap tanah airnya. Juga, sebagai ungkapan kerinduan orang-orang Timur pada kampung halamannya, ketika merantau keluar daerah.

Tidak hanya berupa lagu, Bolelebo juga dirupakan dalam bentuk tarian. Tarian NTT ini difungsikan sebagai tarian selamat datang untuk menyambut tamu. Penarinya adalah laki-laki dan perempuan, biasanya mereka mengenakan baju adat suku Rote.


Tari Caci

Tari Caci NTT
sumber: youtube.com
Tarian Caci merupakan sejenis tarian perang sekaligus permainan rakyat. Tarian daerah NTT asal Flores ini melibatkan dua penari laki-laki. Satu orang bersenjata cambuk bertindak sebagai penyerang dan seorang lainnya bertahan dengan sebuah perisai (tameng).

Penyerang disebut paki, penangkisnya disebut ta’ang. Ada dua kelompok terlibat, yakni kelompok tuan rumah (ata one) dan kelompok desa lain (ata pe’ang/meka ladang atau tamu penantang). Pemain dari dua kelompok secara bergantian menjadi penyerang dan penangkis.

Selain menari, penyerang memainkan perannya sambil berpantun dan bernyanyi. Penangkis sangat mungkin terluka, jika cambukan sampai mengenai matanya, maka langsung dianggap kalah. Tarian ini dimainkan saat acara musim panen (hang woja) dan ritual tahun baru (penti).


Tari Gawi
Tari Gawi Nusa Tenggara Timur
sumber: @vamos_ntt
Tarian NTT selanjutnya adalah Tari Gawi, salah satu dari ragam tarian tradisional Ende Lio. “Ga” berarti segan/sungkan dan “Wi” berarti menarik. Melalui perpaduan dua kata itu, Tari Gawi bisa dimaknai menyatukan diri. Penarinya saling berpegangan dalam formasi lingkaran.

Tarian ini menggambarkan rasa persatuan, kebersamaan dan persaudaraan. Dibawakan secara massal oleh kaum laki-laki dan perempuan. Mereka melingkar mengelilingi Tugu Busu, kelompok lelakinya berada dilingkaran dalam dan kelompok perempuannya berada di lingkaran luar.

Dalam gerakannya yang sederhana, para penari menari dipimpin seorang yang disebut Eko Wawi atau Ata Sodha yang juga bertugas melantunkan syairnya. Pemimpin tari tidak hanya itu, ada seorang lagi yang disebut Ulu, ia adalah pemimpin di dalam barisan para penari.


Tari Ja’i

Tari Ja'i - Tarian dari NTT
sumber: @nusaflores
Tarian Nusa Tenggara Timur juga termasuk Tari Ja’i, sebuah tarian khas suku Ngada di Kabupaten Ngada di pulau Flores. Tarian ini lahir sebagai bagian dari ritus Sa’o Ngaza, yakni upacara yang dimaksudkan untuk mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraan.

Ini merupakan jenis tarian massal atau tarian komunal, sehingga keindahan dan daya tariknya terletak pada keseragaman dan energi para penarinya. Tari Ja’i biasa digelar di tengah kampung dengan diiringi lima buah gong dan tiga buah tambur atau gendang.


Tari Kataga

Tari Kataga - Tarian Nusa Tenggara Timur
sumber: @wirfanindra
Kataga merupakan tarian masyarakat di Pulau Sumba. Sebuah tarian perang yang cikal bakalnya telah ada sejak zaman megalitikum. Di Anakalang (Sumba di masa itu) sering terjadi perang antarmarga. Membawa kepala musuh untuk digantung di uma adung adalah tradisi pihak pemenang.

Kemenangan itu dirayakan, para prajurit menari memeragakan gerak berperangnya, memotong, menangkis, dan menghindar. Ketika tradisi berperang sudah menghilang, gerakan-gerakan mereka diadaptasi menjadi sebuah tarian. Dinamakan Kataga, asal katanya katagahu, artinya memenggal kepala.

Sebagai tarian keprajuritan, Kataga dibawakan penuh energi. Para penarinya menari sambil berteriak penuh semangat. Masing-masing dipersenjatai parang dan tameng sebagai properti tariannya. Tari ini sering mewarnai berbagai acara adat, juga digunakan untuk menyambut tamu.


Tari Lego-Lego
Lego Lego - Tarian Daerah NTT
sumber: ranaterusberkarya.blogspot.com
Tarian tradisional NTT lainnya adalah Lego-Lego, tarian khas Alor. Ini merupakan warisan budaya nenek moyang yang tercipta untuk mengingatkan tentang pentingnya persatuan, untuk membangun kampung dan negeri. Di segala kegiatan adat di Alor, hampir selalu disajikan tari ini.

Kepulauan Alor didiami oleh banyak rumpun suku. Sehingga di beberapa kawasan Tari Lego-Lego cukup bervariasi gaya tari dan nyanyiannya. Meski demikian, formasi tari tetap sama, yakni melingkar. Perbedaan, salah satunya pada nyanyian, lebih dikarenakan oleh keragaman harapan mereka.


Tari Likurai

Likurai - Tarian NTT
sumber: pesona.travel
Seperti di wilayah NTT lain, masyarakat Belu juga memiliki tarian khasnya, Likurai namanya. Ini merupakan tari penyambutan yang dulunya digunakan untuk menyambut para pejuang seusai berperang. Kini, Likurai adalah simbol penghormatan pada tamu yang datang ke Kabupaten Belu.

Para penari Likurai membawakan tarian ini mengenakan kain tenun ikat khas Belu dengan diiringi alat musik tradisional sejenis kendang. Pada tahun 2017, tari ini pernah disajikan massal oleh 1000 penari. Kini, sajian massal Likurai menjadi agenda tahunan di lembah Fulan Fehan.


Tari Tifa

Tari Tifa
sumber: @kemenpar_ri
Tifa merupakan alat musik khas masyarakat di wilayah timur Indonesia, termasuk juga di NTT. Alat musik tradisional ini kerap menjadi bagian dari kesenian lain, termasuk juga tari. Selain di Maluku, di NTT juga ada tari yang menggunakan properti Tifa, Tari Tifa namanya.

Bahkan, ada yang mengatakan bahwa tarian dari NTT ini telah ada sejak zaman berburu dan meramu. Dalam fungsinya, tari ini biasa ditampilkan saat penyambutan panen atau hasil pemburuan. Kegembiraan dan keramahan menonjol sebagai nuansa tari yang dibawakan penari perempuan ini.


Tari Dodakado

Tari Dodakado adalah tarian yang juga termasuk permainan rakyat di Kepulauan Alor. Dodakado adalah hiburan yang menggambarkan keceriaan muda dan mudi pada saat acara-acara pesta adat. Dalam bentuknya, tarian ini mirip dengan Tari Lulo Alu di Sultra atau Tari Seureka-reka di Maluku.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *