• sumber : zimbio.com

Cupu Panjala – Tradisi Meramal Zaman di Yogyakarta

posted in: Jawa, Tradisi, Yogyakarta | 2

Tradisi Cupu Panjala. Hingga saat ini dalam lingkungan masyarakat Jawa masih tumbuh subur kepercayaan terhadap benda atau hal-hal yang dianggap memiliki kekuatan, terlebih yang diyakini sebagai pusaka warisan leluhur. Benda-benda tersebut sedemikian kuatnya mempengaruhi sikap masyarakat terutama ketika menghadapi tantangan alam yang sangat keras.

Begitulah adanya seperti yang terjadi di Desa Girisekar, Panggang, Gunung Kidul, Yogyakarta. Tidak hanya di desa tersebut, bahkan di seantero Yogyakarta keberadaan benda berupa Cupu yang diberi nama Cupu Panjala (Panjalo) telah demikian populer sebagai benda bertuah dan keramat. Bahkan diyakini mampu memperkirakan atau meramal peristiwa- peristiwa yang akan terjadi.

Setiap setahun sekali di Desa Girisekar akan diadakan Tradisi Cupu Panjala yakni rangkaian upacara pembukaan kain mori pembungkus Cupu Panjala. Menariknya kain pembungkus tersebut berjumlah ratusan lembar.

Hasilnya adalah apa saja yang terpampang di kain mori baik berupa gambar atau tanda akan diyakini sebagai perlambang atau sinyal penanda zaman sebagai peringatan bagi masyarakat di desa tersebut.

Dikatakan bahwa berlangsungnya Tradisi Cupu Panjala hingga hari ini adalah karena banyaknya peristiwa besar yang telah terjadi, senada dengan apa yang sebelumnya diberitahukan oleh tanda pada kain mori Cupu Panjala.

Sejarah Tradisi Cupu Panjala

Merujuk pada penuturan Bapak Dwijo Sumarto selaku menantu generasi ke 7 dari Trah Kyai Panjala, beliau berkata bahwa usia Cupu telah kurang lebih 600 tahun. Cupu tersebut merupakan peninggalan para leluhur secara turun temurun.

Dikisahkan seorang kyai bernama Panjala keturunan prajurit Majapahit melarikan diri dan mengungsi ke daerah Gunung Kidul. Pada suatu hari Kyai Panjala mengembara hingga sampai di pantai Gesing di daerah Gunung Kidul. Ketika ia menjala di laut bukan ikan yang ia dapat melainkan tiga buah cupu yang kemudian dibawa kerumah.

Hingga saat ini oleh masyarakat setempat Cupu tersebut dipercaya bisa memberikan tanda – tanda alam atau perlambang dan ramalan tentang masa depan desa. berdasarkan keyakinan itulah, hingga saat ini Cupu tersebut dikeramatkan. Mereka yakin bahwa itu adalah benda bertuah yang bisa meramal kejadian – kejadian alam dimasa datang atau memberi pertanda bagi kelangsungan kehidupan pertanian.

Cupu Panjala yang dipercaya mempunyai tuah berjumlah tiga buah. Ketiga buah Cupu tersebut diletakkan dalam sebuah kotak atau peti dan dibungkus dengan beratus – ratus kain mori. Diletakkan di ruangan khusus dimana tidak sembarangan orang bisa masuk atau membukanya .

Cupu hanya dibuka setahun sekali ketika musim hujan akan tiba bertepatan dengan hari pasaran Kliwon. Ketiga Cupu yang bertuah itu masing – masing memiliki nama. Cupu yang paling besar bernama Semar Kinandhu , Cupu yang kedua yaitu Cupu tengahan bernama Kalang Kinanthang, sedang Cupu yang terakhir yang paling kecil disebut Kenthi Wiri.

Menurut sejarahnya Cupu tersebut sudah mengalami perpindahan tempat sebanyak tiga kali. Diturunkan secara bergantian menurut trah tertua dari generasi ke generasi . Sejak tahun 1957 hingga saat ini Cupu tersebut berada di Dusun Colo Rejo , di rumah Bapak Dwijo Sumarto.

2 Responses

  1. Resi

    Adat ini biasanya di laksanakan pada bulan berapa ya? Dan di daerah mana saja? Tolong informasinya.. 🙂 Terima kasih.

  2. Za Bhie

    mengenai daerahnya…sepertinya tlh dijelaskan dlm artikelnya yang mengacu pd wilayah panggang, gunungkidul yogyakarta, Sejak tahun 1957 hingga saat ini Cupu tersebut berada di Dusun Colo Rejo , di rumah Bapak Dwijo Sumarto. adapun mengenai kapan pelaksanaannya tradisi tersebut dilaksanakan setahun sekali ketika musim hujan akan tiba bertepatan dengan hari pasaran Kliwon (kalender jawa). jika sodara/i sangat tertarik untuk tahu lebih detail, mungkin bisa langsung datang ke wilayah panggang, gunungkidul yogyakarta dan bertanya sama penduduk setempat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *