• sumber : bioskoptoday.com

Karapan Sapi, Madura – Perlombaan Pacuan Sapi Tahunan

posted in: Jawa, Jawa Timur, Tradisi | 0

Karapan Sapi adalah tradisi yang berasal dari Pulau Madura, Jawa Timur. Tradisi ini berupa perlombaan pacuan sepasang sapi yang menarik semacam kereta yang terbuat dari kayu. Kereta tersebut difungsikan sebagai tempat joki berdiri untuk mengendalikan sapi-sapi mereka dalam lomba adu cepat melawan pasangan-pasangan sapi lainnya. Lomba pacuan biasanya berlangsung sekitar 10 detik hingga satu menit pada trek pacuan sepanjang kira-kira 100 meter.

Sejarah Karapan Sapi

Perlombaan ini bermula dari ide bercocok tanam oleh Syeh Ahmad Baidawi atau Pangeran Katandur (seorang ulama sumenep). Mengingat keadaan tanah Madura yang kurang subur untuk lahan pertanian, ulama tersebut memperkenalkan cara bercocok tanam dengan menggunakan sepasang bamboo ( Nanggala atau Sagala) yang ditarik dengan dua ekor sapi. Cara tersebut juga bertujuan untuk memperoleh sapi-sapi yang kuat dalam membajak tanah.

Melalui gagasan tersebut, selanjutnya masyarakat Madura mencoba memelihara sapi dan menerapkan cara bercocok tanam yang baru. Kegiatan orang Madura ini lama-kelamaan menimbulkan adanya Tradisi Karapan Sapi yang rutin digelar setiap tahun setelah musim panen habis. Tradisi ini biasanya didahului dengan mengarak pasangan-pasangan sapi mengelilingi arena pacuan dengan diiringi musik saronen (Musik Tradisional Madura).

Pelaksanaan Karapan Sapi

Tradisi Karapan Sapi di Madura biasanya digelar pada bulan Agustus dan September setiap tahun. Adapun ertandingan final digelar di akhir September atau Oktober di Pamekasan untuk memperebutkan Piala Bergilir Presiden. Penyelenggaraan Karapan Sapi Piala Presiden tersebut kemudian diganti dengan Piala Gubernur sejak bulan November 2013.

Dalam pelaksanaannya, Karapan Sapi terdiri dari empat babak, diantaranya :

  • Babak Pertama : pada babak ini seluruh sapi akan diadu kecepatannya dalam dua pasang, dimaksudkan untuk memisahkan kelompok yang menang dan kalah, bagi kelompok yang kalah pada babak ini masih bisa bertanding kembali sesuai dengan kelompoknya.
  • Babak Kedua : ini merupakan babak pemilihan kembali, dimana kedua kelompok (menang dan kalah) masing-masing mempertandingkan sapi-sapi mereka dalam lingkup kelompok mereka sendiri. Pada babak ini, baik pasangan kelompok yang menang maupun yang kalah tidak diizinkan untuk bertanding, terkecuali untuk pasangan sapi yang menempati kemenangan urutan teratas di dalam masing-masing kelompok.
  • Babak Ketiga dan Keempat: ini adalah babak semi final dan Final. pada babak ketiga, masing-masing pasangan sapi yang menang pada masing-masing kelompok dipertandingkan untuk menentukan tiga pasang sapi dari masing-masing kelompok. Sedangkan di babak keempat, pasangan sapi yang menang dibabak ketiga akan diadu kembali untuk menentukan juara I, II, dan III.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *