Likee (Meudikee) – Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW Khas Daerah Aceh

Seperti halnya di daerah-daerah lain di Indonesia, perkembangan Islam di Aceh juga diwarnai oleh asimilasi adat dan budaya. Pembauran budaya itu kemudian menghasilkan kebudayaan baru yang terwariskan dari generasi ke generasi. Likee atau Meudikee di Aceh adalah salah satu hasil dari asimilasi tersebut.

Likee merupakan salah satu tradisi masyarakat Aceh yang berupa seni melantunkan suara oleh sekelompok laki-laki, baik yang sudah dewasa maupun anak-anak. Nama tradisi ini sendiri berasal dari kata “zikir” dalam bahasa Arab yang berarti pujian-pujian kepada Allah SWT dan selawat kepada Rasulullah SAW.

Biasanya dipertunjukan pada saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain puji-pujian, Likee Aceh juga berisikan sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam. Syairnya juga memuat kisah-kisah bertemakan pendidikan dan tamsilan-tamsilan yang bermanfaat bagi kehidupan.

Bentuk Pelaksanaan Likee di Aceh

Tradisi ini hanya terselenggara pada bulan maulid dan tidaklah di tempat terbuka. Pelaksanaannya berdurasi tiga sampai empat jam. Satu kelompok dalam seni suara ini biasanya terdiri dari 20 sampai 30 anak laki-laki. Selanjutnya terdapat juga dua hingga empat orang laki-laki dewasa sebagai syeh atau pemimpin.

Pergelaran Likee terbagi menjadi tiga babak. Babak pertama, semua pemain duduk bersila di lantai meunasah atau surau sebagai tempat acara ini. Pada babak kedua, pemain berdiri dan saling berpegangan tangan kiri dan kanan. Kemudian pada babak ketiga, gerakannya mirip babak pertama namun lebih lembut.

Dahulu, syair-syair Likee disampaikan dalam bahasa Arab dengan banyak variasi irama. Namun belakangan ini ada juga penggunaan bahasa Aceh, khususnya untuk syair pengantar dan penutup. Dalam seni suara ini, seorang syeh harus mampu membangkitkan berbagai radat (irama) dalam melantunkan syair-syairnya.

Likee merupakan salah satu tradisi dalam kebudayaan masyarakat Aceh yang masuk dalam daftar penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2018. Budaya Aceh lainnya dalam daftar tersebut adalah Tradisi Pemamanan Aceh Tenggara, serta Kuliner Aceh yakni Keumamah dan Kuwah Belangong.

Referensi:

  1. warisanbudaya.kemdikbud.go.id…
  2. img: rahmatullahyusuf.files.word…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *