• sumber : homestaysawahlunto.com

Makan Bajamba – Tradisi Makan Bersama Minangkabau

posted in: Sumatera, Sumatera Barat, Tradisi | 0

Makan Bajamba adalah satu dari sekian tradisi masyarakat Minangkabau. Tradisi yang juga disebut Makan Barapak ini merupakan tradisi makan bersama yang digelar pada acara-acara yang dianggap penting termasuk upacara adat dan pesta Adat, terlebih dilaksanakan di hari-hari besar Agama Islam.

Saking meriahnya, Makan Bajamba juga pernah tercatat dalam rekor MURI sebagai acara makan bersama terbanyak dan terpanjang yang diikuti oleh 16.322 orang. Tepatnya diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-123 kota Sawahlunto pada tanggal 1 Desember 2006.

Tradisi Makan Bajamba dipercaya telah ada bersamaan dengan masuknya Agama Islam ke Minangkabau pada kisaran abad ke-7. Diyakini juga bahwa tradisi ini berasal dari Kota Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Dalam prakteknya, Makan Bajamba berlangsung dalam suatu tempat yang telah ditentukan dengan diikuti puluhan hingga ribuan orang.  Peserta kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok biasanya terdiri dari 3 hingga 7 orang yang membentuk lingkaran. Ditengah lingkaran tersebut telah tersedia dulang yang berisi sejumlah piring yang ditumpuk berisikan nasi dan lauk pauk.

Adab dalam Tradisi Makan Bajamba

Makan Bajamba sangatlah sarat dengan adab-adab yang didasarkan pada Agama Islam. Salah satunya adalah adab yang mengharuskan orang untuk mengambil apa yang ada dihadapannya dan keharusan untuk mendahulukan orang yang lebih tua.

Adapun adab ketika makan, nasi diambil sesuap saja menggunakan tangan kanan. Setelah menambah sedikit lauk pauk, kemudian nasi dimasukkan ke mulut dengan cara dilempar pada jarak yang dekat. Bersamaan dengan itu tangan kiri diharuskan telah siap berada dibawahnya untuk menghindari kemungkinan nasi tercecer. Jika ada nasi yang jatuh ditangan kiri, segera dipindahkan ke tangan kanan dan dimakan dengan cara yang sama.

Adab seperti ini dimaksudkan agar nasi tidak jatuh lagi ke piring, sehingga orang lain tidak merasa jijik ketika makan bersama-sama. Adab yang lain adalah posisi duduk yang diharuskan untuk tetap tegap tidak membungkuk dengan cara bersimpuh (basimpuah) bagi perempuan dan bersila (baselo) bagi laki-laki. Ketika selesai, nasi dan makanan yang disediakan harus dipastikan habis tanpa sisa di piring.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *