• sumber : kumpulantradisiunikdiindonesia.blogspot.com

Tradisi Tiwah, Kalimantan Tengah – Upacara Kematian Suku Dayak

Tradisi Tiwah adalah salah satu tradisi masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Sebuah tradisi kematian yang unik dan khas berupa penghantaran kerangka jenazah ke tempat peristirahatan terakhir. Hal ini dimaknai sebagai penyucian roh leluhur atau sanak saudara dengan memindahkan jasad dari liang kubur menuju suatu tempat yang dinamakan Sandung.

Tradisi Tiwah adalah upacara ritual kematian tingkat akhir yang biasa dilakukan oleh masyarakat Dayak, terkhusus Dayak pedalaman yang menganut keyakinan Kaharingan sebagai agama leluhur mereka. Upacara ini dilakukan atas seorang yang telah meninggal dan telah dikubur sekian lama, sehingga dipastikan yang tersisa hanya tulang-belulangnya saja.

Bagi masyarakat Dayak, Tiwah adalah usaha untuk meluruskan perjalanan roh atau arwah seseorang menuju Lewu Tatau atau surga dengan harapan hidupnya akan penuh kedamaian di alam Sang Pencipta. Disisi lain, prosesi ini juga dimaksudkan untuk menghilangkan kesialan (rutas) bagi keluarga yang ditinggalkan dari pengaruh-pengaruh buruk yang diperkirakan akan menimpa.

Masyarakat Dayak meyakini bahwa proses kematian harus dilanjutkan dengan ritual penyempurnaan agar tidak mengganggu kehidupan orang yang masih hidup. Disamping itu, upacara ini juga bertujuan untuk melepas ikatan status janda atau duda bagi pasangan berkeluarga. Setelah Tiwah dilakukan, secara adat mereka diperkenankan untuk memilih pasangan hidup atau tetap memilih tidak menikah lagi.

Sebagai tradisi yang sakral, melaksanakan upacara Tiwah bukanlah pekerjaan mudah. Banyak hal yang harus dipersiapkan, cenderung rumit, perlu dana besar, serta memakan waktu yang cukup panjang. Bahkan persiapan ini ada yang membutuhkan waktu hingga satu bulan lebih. Dalam prosesnya, upacara ini juga disertai dengan beragam acara ritual, tarian, suara gong atau hiburan lainnya. Sampai akhirnya, tulang-tulang yang dimaksud diletakkan ditempatnya yakni Sandung.

Tradisi Tiwah ini biasa disebut juga dengan Tiwah Lale atau Magah Salumpuk Liau Uluh Matei. Tradisi ini menjadi upacara sakral terbesar dalam rangka menghantarkan jiwa atau roh manusia yang telah meninggal dunia menuju tempat yang dituju yaitu Lewu Tatau Dia Rumpang Tulang, Rundung Raja Dia Kamalesu Uhate, Lewu Tatau Habaras Bulau, Habusung Hintan, Hakarangan Lamiang atau Lewu Liau yang letaknya di langit ke tujuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *