Wayang Timplong – Perihal Sejarah Kesenian Wayang Timplong di Nganjuk

Wayang Timplong merupakan jenis kesenian wayang Indonesia yang berasal dari Nganjuk, Jawa Timur. Wayang ini terbuat dari kayu, baik kayu waru, mentaos, maupun pinus. Pementasan Timplong telah menjadi tradisi turun temurun dengan membawakan cerita panji sebagai sumber lakonnya.

Banyak yang mengatakan bahwa nama Timplong berasal dari bunyi “plong…plong…plong” dari gambang bambu sebagai unsur melodis yang paling mendominasi iringan musik kesenian ini. Selebihnya, ada juga sejumlah instrumen Gamelan Jawa lain seperti ketuk kenong, kempul dan kendang.

Perihal Sejarah Wayang Timplong

Sampai saat ini tidak ada yang mengetahui pasti asal mula keberadaan kesenian wayang ini. Wikipedia menyebutkan perihal sejarah Wayang Timplong, bahwa kesenian tradisional ini konon mulai ada sejak tahun 1910. Bermula dari Dusun Kedung Bajul Desa Jetis, Kecamatan Pace, provinsi Jawa Timur.

Sumber lainnya beranggapa berdasarkan kenyataan bahwa Nganjuk memiliki sejarah cukup tua. Upaya untuk mengetahui asal-usul Wayang Timplong terkait dengan sejarah kota Nganjuk. Hal itu dibutuhkan agar ada peluang-peluang interpretasi demi tercapainya pemahaman tentang jenis wayang ini.

Terdapat anggapan bahwa ihwal penciptaan Timplong bermula dari Eyang Sariguna sebagai dalang pertamanya. Beliau adalah seorang prajurit Mataram yang pindah dari daerah Grobogan. Menurut perkiraan, kedatangannya di Nganjuk terjadi pada sekitar pertengahan abad ke-18 hingga awal abad ke-19.

Dalam pembuatan wayangnya, Eyang Sariguna menciptakan sedemikian rupa menggunakan bahan yang banyak terdapat di daerah Nganjuk. Karena bahan yang mudah didapat di Nganjuk adalah kayu, maka beliau pun membuat wayang dari bahan kayu. Sehingga unik dan berbeda dengan Wayang Kulit.

Referensi:

  1. http://pdwi.org/index…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *