Desa Gumantar – Desa Adat Beleq, Perkampungan Awal di Lombok Utara

Desa Gumantar. Bagi sebagian traveler, wisata bukan hanya tentang kegembiraan mengunjungi objek wisata modern ataupun wisata alam. Mereka ingin menjadikan perjalanan lebih bermakna. Sejenak menjadi bagian dari sebuah komunitas, yang di dalamnya kearifan lokal senantiasa terjaga.

Jika sobat adalah traveler yang menghendaki hal itu, Indonesia adalah salah satu negara multikultural terbesar. Banyak sekali tempat yang memungkinkan untuk memanjakan gairah estetika budaya Anda. Sebagai misal, cobalah untuk berkunjung ke Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat.

Di balik kepopuleran Wisata Pulau Gili dan Gunung Rinjani, Lombok juga kaya pesona budaya melalui keberadaan suku pribuminya, Suku Sasak. Di sekitaran Taman Nasional Gunung Rinjani, ada beberapa desa adat eksotik yang demikian kuat memelihara adat istiadat nenek moyang mereka.

Selain di Desa Senaru yang merupakan salah satu jalur pendakian resmi Rinjani, ada beberapa desa adat lain yang bisa sobat traveler kunjungi. Satu di antaranya adalah Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara yang menawarkan kemolekan budaya dari Desa Adat Dusun Beleq.

Gumantar Lombok
sumber : @_____brownsugar____

Perihal Desa Adat Dusun Beleq

Desa Gumantar merupakan satu dari 8 desa yang ada di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara. Di desa ini banyak sekali situs sejarah bernuansa budaya, terutama yang berpusat di Dusun Dasan Beleq. Dusun Beleq sendiri dikatakan sebagai kampung awal dari adanya perkampungan di Lombok Utara.

Luas kampung adat ini kurang lebih 1 hektar. Luas tersebut belum termasuk dengan kuburan adat dan perkebunan. Area Desa Adat Beleq terbagi lagi menjadi beberapa areal, di antaranya ada Bale Pegalan, Rumah Penghulu, Rumah Pemangku, Rumah Raden, Rumah Mekel, dan Rumah Tuaq Lokak.

Bale Pegalan merupakan rumah induk di tengah-tengah kampung. Bale ini difungsikan sebagai tempat memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan adat. Bale Pegalan tidaklah berpenghuni karena digunakan saat-saat tertentu saja dan hanya pemangku yang boleh memasukinya.

Gumantar Village
sumber : @alga_ungu27

Secara sosiokultural, masyarakat adat di Dusun Beleq terkait erat dengan Islam. Pusat keagamaannya berada di Desa Gumantar, terdapat Masjid Kuno Gumantar sebagai peninggalan para wali dan ulama di masa lalu. Adapun Dusun Beleq merupakan pusat pemerintahan di masa itu.

Umum diketahui bahwa Suku Sasak sebagian besar beragama Islam. Yang menarik, ada sebagian kecil dari suku bangsa asli Lombok itu yang menjalankan praktik agama Islam dengan cara berbeda, yakni Islam Wetu Telu. Masyarakat Dusun Beleq Desa Gumantar erat dengan tradisi-tradisi Wetu Telu.

Bagi para traveler, perjalanan ke Desa Adat Dusun Beleq akan memberi pengalaman wisata yang berkesan. Bahkan, sejak pertama kali melihat arsitektur bangunannya yang khas. Semakin menarik ketika sobat mengetahui kebiasaan unik masyarakatnya, salah satunya gemar memakan daun sirih.

Air Terjun Tiu Ngumbak
sumber : @aryaryadi

Cobalah berinteraksi dengan masyarakatnya. Meresapi dan menghayati kearifan lokal yang ada. Atau, bertanya tentang kisah Mak Beleq dan Kendi. Keduanya adalah tokoh penyebar Islam di sekitar Bayan. Mak Beleq dikenal sebagai Datu Bayan, sedangkan Kendi tinggal dan mengajarkan Islam di Dusun Beleq dan sekitarnya.

Selain menawarkan pengalaman wisata budaya yang kaya, Desa Gumantar merupakan desa yang asri. Jauh sekali dari hiruk-pikuk kehidupan masyarakat Modern. Desa yang indah ini juga termasuk Tiu Ngumbak Waterfall yang menawan dan tersembunyi. Di butuhkan perjuangan untuk menjamahnya.


Lokasi & Rute Desa Gumantar

Dari pusat Kota Mataram, mulailah melakukan perjalanan berkendara sekitar 2 jam menuju Desa Gumantar di Kabupaten Lombok Utara. Bisa menggunakan kendaraan roda empat, namun kondisi jalan lumayan rusak dan berdebu. Dari Kota Tanjung, ibukota Lombok Utara, masih diperlukan 1 jam lagi ke arah timur.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *